Senin, 07 November 2016

Marah pertanda Adananya Ghirah

marah



Marah sejatinya menunjukkan masih adanya ghirah(cemburu,semangat). dalam hal ini, Rasulullah bersabda :

"sesungguhnya Allah cemburu dan orang mukmin pun cemburu. Allah cemburu saat orang Mukmin melakukan apa yang telah Dia haramkan atas dirinya"(HR al-Bukhari dan Muslim).

Almarhum prof. Dr H. Abdul Malik Karim Amrullah, sekitar 1954 pernah menuliskan buah pikirannya terkait makna ghirah ini, Goresan pena ulama  yang akrab disapa buya hamka ini kemudian dicetak dalam bentuk buku tipis berjudul Ghirah dan tantangan terhadap islam, yang pernah diterbitkan oleh pustaka panjimas (1984).
kata Buya hamka, ghirah artinya menjaga syaraf diri atau cemburu. Dalam bukunya itu, buya hanka antara lain menyebut cemburu karena agama. Adanya rasa cemburu ini, menurut Buya adalah simbol masih hidupnya jiwa seorang Muslim. Artinya jika sudah tak ada lagi ghirah ini, kata beliau "ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh umat islam itu. kocongkan kain kafannya lalu masukkan ke keranda dan hantarkan ke kuburan".
Beliau lalu mengutio sabda Rasulullah saw:

"Siapa saja diantara kalian melihat kemungkaran ubahlah dengan tangannya, jika tak sanggup dengan lisannya, jika tidak bisa dengan hatinya dan itulah selemah lemahnya iman" (HR. Muslim)

sumber : Buletin Al-Islam edisi 828

Tidak ada komentar :
Write komentar